
Letters of a Javanese Princess
Letters of a Javanese Princess, kumpulan surat RA Kartini kepada Ny. Abendanon, istri dari Menteri Pendidikan dan Industri Hinda-Belanda kala itu: Dr. J.H Abendanon, (judul aslinya Door Duisternis tot Licht, diterjemahkan langsung ke bahasa Inggris oleh Agnes Louise Symmers) menyelip ke dalam daftar bacaan saya. Sayang dulu ketika masih ‘harus’ belajar sejarah di sekolah saya tidak pernah tertarik membaca Habis Gelap Terbitlah Terang oleh Armijn Pane (sekarang terus terang saya merasa kurang tertarik membaca versi Bahasa Indonesia, karena dari pengalaman sering bias dan kurang obyektif).
Sejauh dari beberapa yang sudah saya baca, Kartini termasuk seorang yang smart, berpola pikir sangat maju di jamannya. (Kesan yang anehnya belum pernah saya dapatkan selama saya belajar [disuapi] sejarah dari SD-SMA).
Seandainya beliau hidup di masa saya, dan saya masih bujang :D, niscaya saya jatuh cinta pada beliau -paling tidak ke gaya berpikirnya-. Banyak hal dari pemikiran, nalar, self-question beliau yang juga berkutat di kepala saya selama ini (mungkin juga dan apalagi karena saya juga seorang Jawa ), walaupun ada banyak juga ketidaksetujuan saya terhadap pemikiran beliau (menariknya, di lain pihak saya bisa memahami kenapa beliau punya pemikiran seperti itu. Mungkin karena persamaan latar belakang kehidupan Jawa pula. Saya sudah membaca Max Havelaar-nya Multatuli (Douwes Dekker), tapi entah saya merasa kurang ‘nyambung’, kurang bisa menghayati ide, pemikiran yang disampaikan).
-belum selesai-
