
Modus kejahatan di ATM, waspada!
Sekarang di berita sedang ramai masalah kejahatan pembobolan kartu ATM Bank. Metode yang digunakan adalah, masih sama seperti yang marak beberapa tahun lalu, dengan mencuri (membaca) informasi rahasia pada kartu ATM magnetik (atau istilah singkatnya skimming) kemudian membuat duplikatnya.
Sekedar merangkum modus kejahatan yang melibatkan ATM dan kartunya (kartu debet):
Berbasis kekerasan
1. Penjahat sengaja menunggu di ATM yang sepi dan tidak ada/kurang fasilitas pengamanan, lalu mengancam korban untuk menarik uang tunai.
2. Penjahat menggasak mesin ATM (baik membongkar paksa di tempat atau bahkan menggondol mesinnya sekaligus).
Berbasis social engineering, mengelabui dengan berbagai pendekatan sosial dan informasi.
1. Penukaran Uang Palsu
Penjahat berpura-pura dalam keadaan darurat butuh transfer ke rekening tertentu kemudian menawarkan menukar uang tunai kepada nasabah di dekat ATM. Korban yang merasa iba dan tidak berpikir jauh menyanggupi. Setelah menggunakan uang hasil penukaran baru ketahuan uangnya palsu.
2. Nomor Call Center palsu
Penjahat memasang nomor Call Center palsu di ATM yang rusak (atau sengaja dirusak) yang membuat kartu ATM korban tersangkut. Korban yang panik segera berusaha menghubungi Call Center, yang karena cerobohnya tidak tahu bahwa nomor yang ada disitu salah. Penjahat yang menyaru sebagai petugas menanyakan nomor PIN. Lain waktu penjahat mengambil kartu ATM korban yang tersangkut (atau dikombinasikan dengan skimming, untuk mendapat kode PIN)
3. Menawarkan bantuan di lokasi ATM
Penjahat biasanya mangkal di sekitar ATM. Korban yang diincar adalah yang terlihat PANIK atau kurang mengerti penggunaan ATM (kasihannya seringkali ini adalah masyarakat ekonomi bawah). Penjahat menawarkan bantuan sambil mengintip saat korban memasukkan kode PIN. Atau kadang hanya untuk meyakinkan pengguna untuk menelpon nomor Call Center palsu.
Berbasis teknologi
1. Membaca kartu dan membuat duplikatnya (skimming)
Intinya penjahat dengan bantuan alat pembaca kartu magnetik, menggandakan informasi rahasia yang ada di kartu ATM lalu membuat duplikatnya (setelah sebelumnya juga mencuri kode PIN). Cara membaca kartu ATM ini ada beberapa modus :
- memasang alat pembaca di ATM
- bekerja sama dengan petugas kasir. Korban yang tidak waspada tidak mengetahui kalau penjahat kasir ini menggesekkan ke pembaca yang lain terlebih dahulu sebelum menggesek ke perangkat resmi dari bank ybs.
Cara pencurian kode PIN pun ada beberapa:
- memasang kamera mata-mata di sekitar mesin ATM yang sudah dilengkapi dengan alat pembaca tadi.
- memasang nomor Call Center palsu
- mengintip dari antrian pengguna.
Semua modus kejahatan diatas tidak memerlukan keahlian khusus di bidang Teknologi Informasi seperti yang dimiliki professional hacker untuk menyusup ke sistem informasi bank untuk kemudian mencuri data nasabah.
Seperti halnya carder yang mendapat nomor kartu kredit gratisan dari hacker untuk melakukan carding. Pencopet kelas teri pun bisa melakukan skimming dengan pasokan alat dari sindikat kejahatan.
*photo is linked from http://www.lawyersandsettlements.com/blog/wp-content/uploads/2009/11/atm-machine.jpg

Dan…saya tetap kuno…kalau ambil uang melalui ATM, ya yang di depan gedung Banknya, kalau ada apa-apa gampang solusinya. Ini diketawain si bungsu…yang menurutnya teknologi kan dibuat untuk kemudahan dan pasti securitynya sudah canggih.
Namun…pengalaman kerja di bidang yang risikonya tinggi…membuatku tak mudah mempercayai, apalagi urusan yang berbau dengan uang (lha carinya se rupiah demi rupiah dikumpulkan…)
@edratna,
eh ada bu enny :). hehe.. sama spt ortu saya, bahkan lebih rela ngantri ambil manual di banknya,baru deh kalau terdesak ambil di atm di gedung banknya :D