singapore ?
Kata-kata ku tentang Singapura,
1. Changi
2. MRT
3. Rapi
4. Merlion
5. Orchard
6. Birdpark
7. Temasek
8. Singtel
9. …
sedihnya..
Malam2 pas mampir di kampus.. sepii, tapi tak sesunyi hatiku..
Ternyata Ramadhan tahun ini sudah akan berakhir lagi, duh.. sedihnya.. kok rasanya target tidak tercapai :(.
Ramadhan pertamaku sebagai seorang ‘buruh’ tidak berjalan sukses tampaknya.. rasanya lebih banyak waktu yang terluangkan untuk pekerjaan dunia daripada untuk akhirat. Astaghfirullah.. ya Allah ampuni hambaMu ini.
Apa yang salah? Egois jika menyalahkan lingkungan kerja yang tidak kondusif. Bohong jika mengaku terlalu capai bekerja. Bodoh jika merasa tidak punya waktu.
Jikalau pedagang, mungkin aku adalah pedagang yang merugi. Musimnya kolak lagi dicari-cari orang eh kok malah jualan jagung bakar. Layaknya pembeli, tampaknya aku pembeli yang kurang beruntung. Sedang banyak2nya diskon kok malah cuma muter2 keliling kesana kemari, cuma dapat capeknya.
Ya Allah, seandainya memang di bulan Ramadhan tahun ini takcukup adil aku pada diriku, tak cukup ibadahku padaMu, maka berikan kekuatan, inayah, hidayah-Mu untukku memperbaikinya, jangan golongkan hamba ini ke dalam kaum yang terus merugi. Jikalau di Ramadhan tahun ini tak sanggup ku meraih keutamaan malam 1000 bulan, pertemukan lagi,berikan kesempatan untuk meraihnya di Ramadhan tahun nanti.
Berikan petunjukMu, tunjukkanlah jalan, arah tuju orang2 yang Engkau ridhoi, jauhkan dari jalan orang2 yang dzalim.
Berikan kemenangan, kemenangan hati untuk bisa meningkatkan diri di bulan Syawal nanti. Karuniakanlah ketetapan hati, hanya untuk selalu mencari ridhoMu.
Rabbana la tudzikkulubana ba’daiz hadaitana wahablana min ladunka rahmah, innaka antal wahhab..
Again,forgive for any mistakes that have been made..
Happy Ied, soon…
Wish to meet next Ramadhan !
Setelah kemarin cuma sampai install aplikasinya Joost dan habis itu meratapi diri sendiri karena tidak bisa logon dan menikmati acara2 TV di Joost garat2 tidak punya akses direct. conn. ke Internet :D. Akhirnya dengan perjuangan yang cukup susah bisa nonton Joost juga, horeee !!
Karena di kampus terpenjara dibalik terali proxy maka mau g mau harus memutar otak dan tentu saja routing :P.
Baru inget, ternyata aku punya mesin remote yang terkoneksi ke salah satu ISP, kenapa g buat VPN aja !
Singkat cerita install VPN server dengan OpenVPN, baca2 dikit manualnya, konfigurasi, jadi deh punya direct connection ke Internet.
Dan jrengg… bisa nonton acara TV sambil ngeblog atau YM-an
Ini skrinsut pas lagi nonton testing Ferrari 430 Spider Road Test di Fifth Gear Channel sambil YM-an

Bagi yg pengin account Joost, kirim aja emailnya ke rusiawan@ipv6.or.id, ntar aku invite deh !
Powered by ScribeFire.
Joost, Next Generation TV
Internet dengan solusi triple-play memang semakin mengukuhkan dirinya sebagai media konvergensi bagi kebutuhan komunikasi manusia (baik komunikasi karya, rasa dan cipta). Solusi triple-play yang ditawarkan oleh Internet ini meliputi Televisi, Internet (data) dan Voice.
Dalam komunikasi rasa, solusi Televisi yang ditawarkan oleh Internet adalah The Next Generation TV atau yang lebih akrab dengan istilah IPTV atau televisi internet. Ya, IPTV atau IP-TV, Internet Protocol Television. Televisi yang penyiarannya dilakukan menggunakan Internet Protocol.
Jika televisi standar sekarang ini masih disiarkan menggunakan sistem transmisi analog baik menggunakan satelit atau kabel (TV Kabel), maka IPTV disiarkan menggunakan sistem transmisi digital Internet. Keunggulan dari televisi digital ini adalah sisi interaktivitas yang selama ini tidak bisa diberikan oleh televisi standar. Dengan adanya sisi interaktif ini pemirsa bisa memberikan umpan balik atau respon terhadap tayangannya, mulai dari menentukan sendiri apa dan kapan suatu tayangan ingin dilihat sampai dengan ikut berbagi konten tayangan dengan pemirsa yang lain. Jika televisi satu arah sudah tidak akan menjadi trend lagi dimasa depan maka televisi digital interaktif akan semakin menunjukkan identitas televisi sebagai media komunikasi.
Dengan format transmisi digital ini memungkinkan siaran IPTV bisa direkayasa untuk lebih mengeksplorasi suatu konten tayangan. Adanya menu pilihan tayangan yang interaktif, fleksibilitas menentukan waktu tayangan dan saat menikmati tayangan (replay,pause,reverse,forward),kemudahan menyalin atau menyimpan tayangan yang disukai adalah beberapa dari fitur yang ditawarkan oleh IPTV.
Siaran IPTV bisa direalisasikan dengan berbagai teknologi transmisi. Jika televisi standar menggunakan transmisi broadcast, maka untuk transmisi televisi di internet ini menggunakan mode unicast dan multicast. Untuk transmisi unicast biasa digunakan protokol http,udp atau rtp, sedangkan untuk transmisi multicast digunakan udp atau rtp. Karena jumlah penerima siaran yang besar maka jika pada siaran televisi standar dilakukan secara broadcast maka pada IPTV,karena alasan efisiensi sumberdaya jaringan internet, pada umumnya dilakukan secara multicast.
Transmisi multicast memungkinkan pengiriman cukup hanya satu satuan data dari pihak penyiaran untuk semua pemirsa yang ingin menerima atau menyaksikan suatu konten tayangan.
Seperti halnya televisi standar yang ada sekarang dalam dunia IPTV ada siaran yang gratis dan berbayar. Kita sudah bisa menyaksikan beberapa konten tayangan secara gratis dengan hanya membutuhkan akses internet. Layanan dari Youtube adalah contohnya. Seperti stasiun televisi standar yang ada sekarang Youtube memperoleh revenue dari tayangan iklan. Namun ke depannya ada kemungkinan Youtube akan memberikan layanan TV berbayar untuk konten-konten tertentu. Youtube bisa dikategorikan sebagai layanan IPTV dengan mode transmisi unicast. Pemirsa cukup membuka halaman website-nya menggunakan browser dan mengikuti petunjuk yang ada untuk mengakses tayangan yang ada.
Seperti TV kabel, IPTV berbayar memberikan tarif tertentu kepada pemirsa yang ingin berlangganan untuk menyaksikan konten tayangannya. Konten yang ditawarkan pun tidak jauh beda dengan konten yang sudah ada di TV kabel, hanya saja pelanggan menggunakan perangkat yang berbeda. Pelanggan yang ingin menyaksikan saluran televisi kesayangan dengan IPTV selain perlu menyediakan televisi atau layar juga membutuhkan perangkat tambahan yang disebut sebagai set-top-box (STB).
Trend dalam dunia TV adalah jika provider TV kabel sekarang ini juga menyediakan layanan Internet melalui jaringan TV kabel mereka, maka sekarang penyedia Internet juga bisa menyediakan layanan TV menggunakan jaringan Internet. Contoh provider yang menyediakan konten IPTV bisa dilihat di http://www.iptv-industry.com/cl/iptvcontentproviders.htm
IPTV berbayar ini biasanya disiarkan menggunakan teknologi multicast yang dari sisi teknologi merupakan sebuah hal yang baru dan berbeda dari teknologi yang biasa digunakan masyarakat selama ini (unicast). Intinya, provider harus menyediakan sebuah jaringan baru yang sudah mendukung teknologi multicast sampai ke sisi pelanggannya. Di sisi pelanggan pun harus menambahkan perangkat tambahan. Hal ini seringkali menjadi penghambat perkembangan layanan IPTV karena pembaharuan sumberdaya jaringan untuk mendukukung multicast membutuhkan biaya yang besar. Di Indonesia, provider telekomunikasi sekelas Telkom atau Indosat pun sampai sekarang ini belum berani menyediakan layanan IPTV ini.
Jika menggunakan sistem transmisi unicast yang terjadi adalah pembebanan jaringan internet yang terlalu besar karena provider tayangan harus mengirimkan data sebanyak jumlah data tayangan dikali jumlah pemirsa. Hal ini tentu saja berarti kualitas tayangan akan semakin jelek dengan bertambahnya jumlah pemirsa jika provider tayangan tidak melakukan perbaikan sumberdaya jaringan. Tidak aneh bila kita sering mengalami kesulitan ketika mengakses Youtube.
Sebuah gebrakan baru telah dihadirkan oleh Joost. Joost mengklaim dirinya sebagai TV anywhere, anytime dan new way untuk menikmati tayangan TV.
Joost menawarkan siaran IPTV dengan menggunakan kemudahan dan ketersediaan jaringan unicast yang sudah ada. Untuk memfasilitasi siaran TV yang membutuhkan bandwidth besar tetapi tanpa perlu menghadapi keterbatasan ketersediaan jaringan multicast untuk menjangkau pemirsa,Joost menggunakan teknologi unicast Peer-to-Peer (P2P), tidak seperti Youtube yang bertipe unicast client-server. Jika menggunakan Youtube, penyedia konten harus meletakkan konten video-nya di server Youtube terlebih dahulu sebelum bisa disaksikan oleh pemirsa, maka dengan Joost maka pemirsa bisa menyaksikan langsung konten dari server penyedia secara peer-to-peer.
Selama ini kita biasa mengenal teknologi P2P untuk melakukan download atau sharing data di Internet. Ada hubungannya memang, karena Joost ini adalah ide dari Niklas Zennström and Janus Friis yang merupakan penemu dari Kazaa (sebuah program aplikasi untuk sharing file dengan menggunakan teknologi P2P) dan juga Skype yang sudah sangat terkenal sebagai penyedia layanan telepon internet (VoIP).
Yang menarik, salah satu penyedia konten Viacom telah beralih dari Youtube ke Joost ini. Sampai saat ini Joost telah menyediakan beberapa layanan tayangan yang bisa dilihat di sini. (waw.. udah ada NatGeo dab! ).
Yang lebih menarik adalah di masa depan bukan tidak mungkin Joost dan Skype akan bergabung untuk menyediakan sebuah paket layanan konvergen triple-play untuk menyediakan TV, Internet dan Voice dalam satu bundel aplikasi. Dan bukan tidak mungkin akan hadir sebuah perangkat keras khusus yang bisa dipakai langsung untuk menyaksikan TV, akses Internet dan telepon !.
Dengan adanya konvergensi layanan ini efeknya untuk masyarakat tentu saja adalah biaya yang lebih murah untuk menikmati layanan komunikasi tanpa batas. Eh.. nanti dulu.. untuk kita masyarakat Indonesia, terlebih dahulu kita harus mempunyai fasilitas jaringan Internet yang berkecepatan tinggi dan terbebas dari terali proxy :P.
Untuk menikmati layanan Joost ini kita tidak cukup dengan bandwidth besar namun juga harus mempunyai akses langsung ke Internet (tanpa melalui proxy) :(
duh…
Powered by ScribeFire.
Sistem Pendidikan di IPDN
Pada suatu acara talk show interaktif di suatu stasiun televisi dibahas mengenai masalah sistem pendidikan di IPDN. Para narasumber antara lain :
D = Narasumber dari DPR
I = Narasumber dari IPDN
M = Narasumber dari TNI
P = Narasumber dari preman pasar
Berikut sebagian potongan pembicaraan :
MC : Baik, bung D, menurut Anda sebenarnya ada apa dengan sistem pendidikan di IPDN ?
D : Jelas sekali Mbak, sistem pendidikan di IPDN jelas sekali menganut paham militerisme, harus dibubarkan itu IPDN …. (dipotong oleh Jenderal M)
M : Eh sebentar sebentar Bung D !, Anda jangan seenaknya gitu menggunakan istilah, kami tidak terima,kami tersinggung ! sistem pendidikan militer tidak seperti itu, dalam pendidikan militer memang ada hukuman fisik, tapi tidak ada kontak fisik ! yang dilakukan oleh IPDN itu adalah pendidikan premanisme !. Saya tekankan lagi… itu bukan.. (tiba2 dipotong oleh Bang P)
P : Heh Pak Jenderal, Lu jangan seenaknya gitu dong… gue mewakili preman-preman tidak terima !, itu bukan premanisme… dalam premanisme, kami preman-preman mempunyai alasan kuat untuk melakukan pemukulan, sesadis-sadisnya tindakan kami, setidaknya kami masih punya tujuan dan alasan, selagi korban mau menuruti kemauan kami, kami jamin tak sehelai rambut pun akan kami sentuh !. Sebagai tambahan, asal kalian tau saja ya.. kami preman bukanlah pengecut yang berlindung di balik senioritas dan seragam ketat ! pada mau melawan silakan saja.. ayo sini maju semua… !
MC : Waduh… kalau bukan sistem pendidikan militer atau premanisme lalu apakah gerangan ? Bapak Prof. I bisa memberikan klarifikasi ?
I : Apalah arti sebuah nama, apapun itu, intinya itu adalah sistem pendidikan kami, dan kami bangga atas itu, seperti halnya kami bangga pada seragam kami. Sistem itu sebenarnya telah kami kembangkan sejak awal tahun 90-an. Sistem itu merupakan perpaduan antara sistem pendidikan militer yang terkenal dengan senioritasnya dan premanisme yang terkenal dengan kekejamannya. Sistem itu lahir dari kristalisasi keringat dan darah para praja-praja kami. Maka dari itu salah besar jika pemerintah ingin membubarkan IPDN, sebuah kerugian yang sangat besar menurut saya.
Apalagi sebenarnya kami sedang menjajaki kerjasama dengan Satpol PP dalam program orientasi anggota baru Satpol PP. Rencananya tahun ini semua anggota Satpol PP sebelum diterjunkan ke lapangan akan mengikuti diklat dulu di kampus kami di Jatinangor.
Tapi rencana tinggalah rencana, gara-gara kasus yg terjadi baru-baru ini ada kemungkinan sistem kami akan diganti, seperti halnya seragam kami yang akan diganti dengan seragam putih-hitam. Tak ada lagi seragam ketat yang memperlihatkan kegagahan dan keseksian para praja kami. Tak ada lagi kebanggaan saat jalan-jalan ke BEC, BSM atau BIP.
-no offense pliss :P-
ga tau harus bilang apa…
Institut Pemukulan Dalam Negeri ?
Institut Penyiksaan Dalam Negeri
Institut Preman Dalam Negeri
Institut Penyuntikan Dalam Negeri
Institut Pembohongan Dalam Negeri
Institut Pembunuhan Dalam Negeri
Institut Penendangan Dalam Negeri ? (maksa ! :D)
Admin juga manusia…
Admin juga orang jawa…
Hehehe.. beberapa hari ini jadi sering mendengarkan musik Jazz..
Lagi nge-trend ? bukan…
Orang kelas atas kan dengernya musik jazz, gitu ? Engga lah !
Biar dianggap berselera tinggi ? Sori ya…
Menurutku tidak ada kaitan musik yang didengarkan seseorang dengan kualitas pribadi seseorang tersebut,
Jazz dianggap berkelas, hiphop dianggap gaul, metal dianggap gagah, pop dianggap cengeng dan dangdut dianggap kampungan itu hanya persepsi dan trend sosial saja, persepsi yang timbul karena kecenderungan orang kebanyakan.
Jadi maaf saja ya.. kalau ada orang yang bilang “hari gini ga tau hip-hop, ga gaul lo”, “Musiknya orang kelas atas itu ya jazz”, “suka dengerin musik dangdut, ahh.. kampungan”, sok lu!, ikut arus doang!
Trus kenapa lagi seneng dengerin jazz.. karena yang ini spesial.. ini Jazz jawa hehehe…
Bossanova Jawa, musik campursari jawa yang didendangkan dalam irama bossa nova gitu deh.. kalau menurutku easy listening jazz atau jazz yang mudah diterima (halah.. sok jadi pemerhati musik :P)
Yang jelas seneng aja, nyaman didengarkan, apalagi dengan lirik jawa, hmm.. suasananya jadi seperti di desa tapi dengan sentuhan modern..
Lagu yang cukup sering kuputar adalah Layang Kangen (dipopulerkan oleh Didi Kempot).
Sebenarnya pernah dengerin juga lagu ini dalam irama aslinya (campursari) dan pop, tapi sepertinya yang paling enak didengarkan dalam kondisi sendirian adalah yang dalam irama bossa nova (jazz kan emang biasanya jadi berkesan cozzy gitu… dan netral.. )
Berikut liriknya dalam bahasa jawa dan /indonesia :
layangmu tak tompo wingi kuwi
/suratmu kuterima kemarin
wis tak woco opo kareping atimu
/sudah kubaca apa maksud hatimu
trenyuh ati iki moco tulisanmu
/tersentuh hati ini membaca tulisanmu
ra kroso netes eluh neng pipiku
/tak terasa menetes air mata di pipiku
umpomo tanganku dadi suwiwi
/Andai tanganku jadi sayap
iki uga aku mesti enggal bali
/Sekarang juga aku pasti segera pulang
ning kepiye maneh marga kahananku
/tapi bagaimana lagi karena keadaanku
cah ayu entenono tekaku
/Cantik tunggulah kedatanganku
ra maido sopo wong sing ora kangen
/Tak sangsi siapa yang tidak kangen
adoh bojo pengin turu angel merem
/Jauh kekasih ingin tidur sulit memejamkan mata
ra maido sopo wong sing ora trenyuh
/Tak sangsi siapa yang tidak tersentuh
ra kepethuk sawetara pengin weruh
/Tak bertemu sebentar ingin berjumpa
percaya aku
/percaya aku
kuatno atimu
/kuatkan hatimu
cah ayu entenono tekaku
/Cantik tunggulah kedatanganku
Liriknya itu lho mas…. gimana gitu… hehehe ![]()
aku pernah berpikir
seringkali aku merasa cinta itu sungguh bahagia
pernah pula aku merasa cinta itu menderita, membuat menderita
akupun berpikir lagi
salah, sungguh salah
cinta itu hakikatnya bahagia
aku sendiri yang membuatnya menderita
dan akupun ikut menderita karenanya
bodoh menyalahkan cinta, hanya karena tak tau cara memperlakukannya
cara menempatkanya,
cinta itu bahagia, pada hakikatnya
dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir
dari dulu cinta itu bahagia, jangan dibuat akhirnya menderita
(habis nulis muntah2…. ngomong opo sih iki
)
powerfull screen
Sering bekerja dengan shell unix ? sering bekerja secara remote dengan banyak shell, banyak sesi ? sering melakukan aktivitas yang tidak boleh terhenti karena koneksi remote yg putus ?
solusinya ada sebuah tools yang bernama screen
screen adalah sejenis window manager yang bisa melakukan multiplexing terminal dengan banyak proses pada shell.
Dengan screen kita bisa membuat window dengan shell sesuai kebutuhan kita,selama screen ini masih aktif di server kita, walaupun koneksi remote ke server putus window dan shell kita tadi tidak akan terhenti prosesnya. Setelah kita terkoneksi kembali, kita bisa buka kembali sesi shell tersebut.
Misal saja saya ingin mengecek log file system sekaligus melakukan kompilasi dlm proses instalasi program secara remote maka yang perlu saya lakukan adalah
membuka screen 0 -> untuk mengecek log file system
dan tanpa perlu melakukan akses remote lagi (telnet atau ssh) saya hanya perlu, membuka screen 1 -> untuk melakukan kompilasi program
untuk mengontrol program screen ini kita menggunakan berbagai perintah yang biasanya diawali dengan CTRL-A (C-a) misalnya :
1. C-a diikuti c -> untuk membuat shell baru
2. C-a diikuti C-a -> untuk berpindah antar 2 shell
3. C-a diikuti 0 s.d n -> untuk berpindah ke shell 0 s.d n
4. C-a diikuti d -> untuk men-detach window
5. C-a diikuti w -> untuk membuat window baru
6. C-a diikuti ? -> baca sendiri ! (help :D)
caranya adalah :
sintaks screen adalah : screen [opsi] perintah [argumen]
Screen 0
#screen tail -f /var/log/message
tekan C-a diikuti c untuk masuk ke Screen 1
#cd /data/source/xorp-1.4 && ./configure && gmake && gmake check
Untuk berpindah antar screen tekan secara berulang C-a dan C-a, atau C-a 0 dan C-a 1
Untuk melihat list window gunakan :
#screen -ls
Untuk merestore salah satu window gunakan
#screen -r terminal_window-nya
powered by performancing firefox
kadar cinta dunia
barusan dikasih tau sesuatu yg menarik,
as every mother would give advice to the daughter… marry with someone loves u more than u love him …. tapi, bagaimana kalau kita jatuh cinta sama orang yang tidak begitu mencintai kita?
emang bener sih.. kalau kita menikah dengan orang yg lebih mencintai kita (klo dia mau),kita bisa berharap setelah menikah dia akan bisa membuat kita jadi lebih mencintai dia. Akan lebih mudah bagi kita dan seperti perkataan orang jawa “witing tresno jalaran soko kulino”. That will help us much!
Kalau kita jatuh cinta sama orang yg tidak begitu mencintai kita, agak susah (tapi masih mungkin) untuk berharap dia bisa lebih mencintai kita setelah menikah nanti (bisa ngajak dia nikah aja sudah prestasi besar itu :P).
ini semacam manajemen emosi (termasuk cinta) kali ya, berdasar fungsi waktu akan lebih mudah membuat diri kita untuk mencintai seseorang dibanding membuat orang lain mencintai kita. Mencari Menyadari dan menerima sisi baik seseorang lebih terasa mudah dibanding menunjukkan kebaikan kita ke orang lain dan membuatnya menyadari dan menerima itu.
Tapi afterall,cinta,”love”,baru akan benar2 terlihat secara objektif, benar2 terukur kadarnya setelah menikah! sebelum itu.. cek dulu instrumen pengukuran Anda ? are u sure ?
powered by performancing firefox