teori konstipasi, karakter

By: rusiawan

Aug 13 2009

Category: Komentar

6 Comments »

setiap ada peristiwa jelek yang terjadi di Indonesia saya amati kok pasti banyak yang berteori:

wah peristiwa X itu pasti ada kaitannya dengan Y asing yang mencoba untuk mengeruk kekayaan alam Indonesia. Indonesia itu kaya raya jadi Y berusaha untuk menghancurkan Indonesia.

Seiring waktu berlalu:

wah peristiwa X+n itu pasti ada kaitannya dengan Y+i asing yang mencoba untuk mengeruk kekayaan alam Indonesia. Indonesia itu kaya raya jadi Y+i tetap berusaha untuk menghancurkan Indonesia. [padahal sudah jatuh miskin]

Seperti itukah karakter orang Indonesia? Terlepas bahwa mungkin memang benar masih ada si dalang Y sang penjajah invisible, tapi kok terlihat sebuah karakter yang buruk. Karakter sombong yang maju ke depan di dorong oleh kebodohan dan kemalasan yang tidak hilang-hilang akhirnya melahirkan teori konstipasi itu. Orang bilang itu karakter warisan bangsa terjajah, inlander.

Yah boleh saja berkelit lagi, wah itu akibat sistem pengajaran Orde Baru. Di pendidikan dasar diajarkan Indonesia itu kaya raya,paru-paru dunia, mutiara di khatulistiwa, di antara 2 benua, di jalur perdagangan dunia, tongkat ditanam jadi singkong, berada di antara 2 samudra, sudah memasuki era tinggal landas, dahulu Sriwijaya dan Majapahit pernah menguasai dunia (klo ini guru sejarahnya yg geblek :D) etc.
Yang jelas, entah disadari atau tidak, sudah tertanam sugesti, Indonesia itu kaya, asing itu perampok.

Tampaknya mulai harus ditanamkan kepada anak-anak kita: Nak negara kita itu miskin, sumber polusi, laut kita isinya cuma air garam, hutan kita cuma menghasilkan tembakau dan asap, sarang koruptor dan teroris, tandus, nenek-moyang kalian itu bodoh-bodoh. Kamu harus pintar, kreatif berusaha bagaimana caranya tetap survive memanfaatkan apa yang kita punya. Amerika, Malaysia, Australia itu yang kaya raya.

Seperti katanya Gyeun-woo di My Sassy Girl: Jangan pernah bilang ke anakmu, bahwa mereka itu sudah pintar, karena mereka akan menjadi malas.

Ya, aku orang Indonesia dan lebih malas dari teman2 asingku si perampok dan maling.